DED PKS Kota Tangerang menggelar sosialisasi disiplin dan kode etik partai serentak di seluruh dapil dan kecamatan, termasuk Dapil 4 Ciledug, Karang Tengah, dan Larangan.

Bagikan

TANGERANG – Dewan Etik Daerah (DED) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Tangerang menggelar sosialisasi penegakan disiplin dan kode etik partai secara serentak di seluruh daerah pemilihan (dapil) dan kecamatan se-Kota Tangerang. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat integritas, kedisiplinan, dan komitmen seluruh kader dalam menjalankan amanah organisasi.

Salah satu kegiatan sosialisasi dilaksanakan di Dapil 4 yang meliputi Kecamatan Ciledug, Karang Tengah, dan Larangan, pada Ahad, 18 Oktober 2026, bertempat di PQS School Archery, Paninggilan, Ciledug, Kota Tangerang.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 150 peserta dari kalangan kader Pelopor PKS se-Dapil 4. Turut hadir Badan Pengurus Harian (BPH) DPC PKS Ciledug, Karang Tengah, dan Larangan. Sosialisasi menghadirkan Ustaz Achyar dan Ustaz Heru Kabaryanto sebagai pemateri. Serta turuh hadir dan memberikan arahan Ustadz Doni Astoto Ketua BKAP DPD PKS Kota Tangerang.

Adapun sebagai informasi Dewan Etik Daerah PKS Kota Tangerang dipimpin oleh Ketua DED, Ustaz Soepiyanto, Dipl. Ing., dengan Ustaz Heru Kabaryanto sebagai Sekretaris DED PKS Kota Tangerang.

Pelaksanaan kegiatan secara serentak di seluruh dapil dan kecamatan menunjukkan upaya organisasi untuk memperluas pemahaman kader mengenai pentingnya penegakan disiplin dan kode etik partai. Dengan demikian, pemahaman mengenai aturan dan tanggung jawab anggota diharapkan semakin merata di seluruh wilayah Kota Tangerang.

Memperkuat Integritas dan Komitmen Zero Case bagi Pejabat Publik

Salah satu pokok pembahasan dalam sosialisasi ini adalah penguatan komitmen zero case bagi pejabat publik PKS. Prinsip ini menekankan pentingnya pencegahan pelanggaran, penjagaan integritas, serta kepatuhan terhadap ketentuan hukum dan etika dalam menjalankan amanah jabatan.

Pejabat publik memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kepercayaan masyarakat. Karena itu, setiap amanah harus dijalankan dengan jujur, transparan, profesional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Komitmen zero case juga menjadi pengingat bahwa jabatan publik bukan sekadar kedudukan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Upaya pencegahan pelanggaran perlu dimulai dari kesadaran pribadi, pengawasan yang baik, serta kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.

Menjaga Adab Muamalah dalam Kehidupan Sehari-hari

Sosialisasi turut menekankan pentingnya adab muamalah sebagai cerminan akhlak kader dalam berinteraksi dengan sesama anggota, masyarakat, maupun pihak lain yang memiliki latar belakang dan pandangan berbeda.

Nilai-nilai seperti kejujuran, kesantunan dalam berkomunikasi, menjaga lisan, menepati janji, menghormati sesama, dan menghindari tindakan yang merugikan orang lain merupakan bagian penting dari penerapan etika dalam kehidupan sehari-hari.

Kode etik tidak cukup hanya dipahami sebagai aturan tertulis, tetapi harus tercermin dalam perilaku dan kebiasaan kader. Keselarasan antara perkataan, sikap, dan tindakan menjadi bagian dari tanggung jawab setiap anggota dalam menjaga kehormatan diri dan organisasi.

Disiplin Anggota sebagai Fondasi Soliditas Organisasi

Aspek disiplin anggota juga menjadi perhatian dalam kegiatan ini. Setiap kader diharapkan menaati aturan dan keputusan organisasi, menjalankan amanah sesuai peran masing-masing, serta menjaga komitmen dalam kegiatan pembinaan dan pelayanan masyarakat.

Disiplin bukan semata-mata berkaitan dengan kepatuhan administratif, tetapi juga menyangkut tanggung jawab, konsistensi, dan kesungguhan dalam menjalankan tugas organisasi.

Penegakan disiplin perlu berjalan seiring dengan pembinaan, keteladanan, dan penerapan mekanisme penanganan pelanggaran sesuai ketentuan partai. Dengan pemahaman yang sama, kader diharapkan dapat membangun lingkungan organisasi yang tertib, solid, dan saling menguatkan.

Membangun Budaya Organisasi yang Berintegritas

Melalui sosialisasi yang dilaksanakan serentak di seluruh dapil dan kecamatan se-Kota Tangerang, DED PKS Kota Tangerang mendorong penguatan kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga disiplin dan kode etik partai.

Kegiatan di Dapil 4 menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memastikan kader Pelopor memahami tanggung jawabnya sebagai anggota organisasi, baik dalam kehidupan pribadi, interaksi sosial, maupun pelaksanaan amanah publik.

Pada akhirnya, penegakan disiplin dan kode etik bukan hanya berkaitan dengan penanganan pelanggaran, melainkan juga upaya membangun budaya organisasi yang berlandaskan integritas, keteladanan, dan tanggung jawab.

Dengan penguatan pemahaman tersebut, kader PKS diharapkan mampu menjaga kehormatan partai, memelihara kepercayaan masyarakat, serta menjalankan pengabdian secara tertib dan bertanggung jawab.

Sosialisasi ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama bahwa disiplin, adab muamalah, dan integritas merupakan bagian penting dari kehidupan berorganisasi serta pelaksanaan amanah kepada masyarakat.


Bagikan
Scroll to Top