
TANGERANG — Alhamdulillah, Anggota DPRD Kota Tangerang Fraksi PKS, Edi Suhendi, ST., MM., mendatangi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten untuk mengawal sejumlah aspirasi masyarakat terkait pembangunan infrastruktur dan penanganan banjir di wilayah Kota Tangerang.
Kunjungan ini secara khusus menjadi bagian dari perjuangan mengawal pembangunan tandon air/embung di Larangan Utara dan Cipadu, Kecamatan Larangan, yang diharapkan dapat menjadi salah satu solusi jangka panjang dalam mengurangi risiko banjir yang kerap terjadi di sejumlah wilayah.
Kawal Komitmen Gubernur Banten untuk Pembangunan Tandon
Dalam kunjungannya ke Dinas PUPR Provinsi Banten, Edi Suhendi menyampaikan bahwa pembangunan tandon air tersebut merupakan bagian dari komitmen Gubernur Banten, khususnya dalam dukungan terhadap anggaran pembangunan tandon.
Sementara itu, untuk kebutuhan pembebasan atau pengadaan lahan, menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Tangerang.
Pembagian peran tersebut menjadi hal penting untuk dikawal agar proses pembangunan dapat berjalan secara sinergis antara Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kota Tangerang.
“Untuk pembangunan tandon, komitmen dari Gubernur adalah pada anggaran pembangunannya. Sementara untuk pembebasan lahan menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Tangerang. Karena itu, kedua hal ini harus kita kawal bersama agar bisa berjalan dan segera terealisasi,” ujar Edi Suhendi.
Dua Lokasi Strategis: Larangan Utara dan Cipadu
Edi menjelaskan, terdapat dua lokasi yang menjadi perhatian utama dalam rencana pembangunan tandon air tersebut.
Di Larangan Utara, kebutuhan lahan diperkirakan mencapai sekitar 1,1 hektare. Sementara untuk lokasi Cipadu, kebutuhan lahannya diperkirakan sekitar 1 hingga 2 hektare.
Menurut Edi, ketersediaan lahan menjadi salah satu faktor kunci agar rencana pembangunan tandon dapat segera diwujudkan. Karena itu, ia mendorong adanya sinergi yang kuat antara Pemerintah Kota Tangerang dan Pemerintah Provinsi Banten.
“Lahan untuk tandon Larangan Utara sekitar 1,1 hektare, sedangkan di Cipadu sekitar 1 sampai 2 hektare. Ini tentu membutuhkan keseriusan dan kolaborasi antarpemerintah agar kebutuhan lahannya bisa segera disiapkan,” jelasnya.
Bukan Sekadar Tandon, tetapi Investasi Pengendalian Banjir
Edi menilai keberadaan tandon air di dua lokasi tersebut memiliki arti strategis bagi upaya pengendalian banjir di wilayah Larangan dan sekitarnya.
Pembangunan tandon diharapkan dapat menjadi bagian dari sistem pengelolaan air yang lebih terintegrasi, terutama untuk menampung dan mengendalikan limpasan air ketika curah hujan tinggi.
Karena itu, menurut Edi, perjuangan pembangunan tandon harus dilakukan secara konsisten, mulai dari pengadaan lahan, penganggaran, pembangunan hingga memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Tidak Hanya Tandon, Aspirasi Jalan Juga Dibawa ke PUPR
Selain mengawal pembangunan tandon, Edi Suhendi juga membawa aspirasi masyarakat terkait infrastruktur jalan.
Pertama, terkait jalan kawasan Puri Beta menuju Terminal TransJakarta, Edi mendorong kepastian status ruas tersebut, khususnya apakah masuk dalam jaringan Jalan HOS Cokroaminoto sebagai jalan provinsi. Jika menjadi kewenangan provinsi, ia mendorong agar penanganannya dapat dilakukan secara permanen melalui betonisasi, sehingga tidak terus-menerus dilakukan secara tambal sulam.
Kedua, Edi menyampaikan aspirasi terkait pelebaran Jalan Hasyim Ashari, terutama pada titik sekitar Simpangan Sunan Giri hingga Ciledug Indah, guna meningkatkan kapasitas jalan dan mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.
Dari Aspirasi Masyarakat, Menjadi Perjuangan di Meja Pemerintahan
Edi menegaskan bahwa kunjungannya ke Dinas PUPR Provinsi Banten merupakan bagian dari komitmen untuk terus mengawal aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui Rumah Aspirasi Bang Edi.
“Aspirasi masyarakat harus terus kita kawal. Hari ini kita datang ke Dinas PUPR Provinsi Banten membawa persoalan jalan dan terutama pembangunan tandon air. Harapannya, sinergi antara Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kota Tangerang semakin kuat sehingga apa yang menjadi kebutuhan masyarakat bisa segera direalisasikan,” tegas Edi.
Menurutnya, persoalan banjir membutuhkan solusi yang tidak hanya bersifat reaktif ketika bencana terjadi, tetapi juga langkah preventif dan pembangunan infrastruktur yang dirancang untuk jangka panjang.
Dari Rumah Aspirasi ke Dinas PUPR Provinsi Banten. Jalan diperjuangkan, tandon dikawal, dan solusi banjir terus diupayakan untuk masyarakat Kota Tangerang.